TPost — Penderitaan panjang yang dialami oleh warga Desa Adu, Kecamatan Ibu Selatan, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, akhirnya tumpah dalam pertemuan reses anggota DPRD Kabupaten Halmahera Barat, Riswan Hi. Kadam.
Dalam kunjungan tersebut, warga bersama kepala desa dan Camat Ibu Selatan meluapkan kepedihan hidup akibat krisis air bersih dan tidak adanya akses jalan tani yang memadai.
Penderitaan nyata ini dirasakan langsung oleh 336 kepala keluarga (KK) dengan total 778 jiwa di desa tersebut.
Krisis Air Bersih yang Melumpuhkan Waktu Produktif
Setiap hari, warga Desa Adu terpaksa mengorbankan waktu produktif mereka untuk mengantre air bersih. Sejak fajar menyingsing hingga matahari terbenam, barisan panjang jerigen plastik menghiasi lokasi demi menanti tetesan air.
Ironisnya, setelah seharian mengantre, air yang dibawa pulang tetap tidak mencukupi kebutuhan dasar keluarga mereka.
Tak hanya masalah air, nadi perekonomian warga yang mayoritas bekerja sebagai petani juga lumpuh.
Tanpa adanya pembangunan jalan tani, akses menuju area perkebunan berubah menjadi medan perjuangan yang sangat berat.
Ketika musim panen tiba, para petani harus menghadapi kenyataan pahit di mana hasil jerih payah mereka habis tergerus oleh mahalnya ongkos transportasi.
Keuntungan pertanian yang seharusnya bisa digunakan untuk menyekolahkan anak-anak justru habis di jalan hanya untuk biaya angkut hasil bumi.
Komitmen Tegas Wakil Rakyat
Mendengar langsung rintihan konstituennya, Riswan Hi. Kadam secara tegas menyatakan tanggung jawabnya untuk tidak tinggal diam.
“Selaku wakil rakyat yang telah bapak dan ibu pilih, saya berkomitmen penuh akan memperjuangkan dan terus menyuarakan aspirasi ini kepada pemerintah daerah,” tegas Riswan di hadapan warga.
Politikus PKB ini menambahkan bahwa penyediaan air bersih dan pembangunan jalan tani di Desa Adu bukan lagi sekadar usulan pembangunan biasa, melainkan kebutuhan darurat kemanusiaan yang harus segera dijawab oleh Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat melalui kepekaan sosial dan alokasi anggaran yang nyata.
Melalui momentum ini, 336 KK di Desa Adu menaruh harapan besar agar pemerintah segera melakukan rehabilitasi jaringan air bersih dan membangun jalan tani demi kehidupan yang layak serta kemandirian ekonomi mereka.


Tinggalkan Balasan