TPost — Gelombang desakan mundur menerpa Ketua Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Halmahera Utara, Aksandri Kitong.
Mantan pengurus DPD GAMKI Maluku Utara, Teiser Teby, secara tegas meminta Aksandri yang juga Anggota DPRD Maluku Utara itu untuk melepaskan jabatannya, menyusul serangkaian tindakan yang dinilai tidak pantas bagi seorang pemimpin organisasi kepemudaan.
Pernyataan ini dipicu oleh dugaan tindakan provokatif yang dilakukan Aksandri di dalam sebuah grup WhatsApp, yang dikhawatirkan dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Tak hanya itu, Aksandri juga dituding telah membungkam ruang diskusi intelektual dengan melarang anggota GAMKI melakukan diskusi buku di forum internal, bahkan sempat melontarkan kata-kata yang tidak pantas terhadap kegiatan tersebut.
Teiser menilai sikap tersebut telah mencederai semangat intelektualitas dan tradisi berpikir kritis yang menjadi fondasi utama kaderisasi di tubuh GAMKI.
Menurutnya, seorang pemimpin seharusnya menjadi teladan dalam menjunjung etika komunikasi dan mendorong iklim diskusi yang sehat, bukan justru merendahkan aktivitas intelektual para kadernya.
“Seorang Ketua GAMKI harus menjaga nilai-nilai damai, persatuan, serta menghargai proses pembinaan kader. Jika justru diduga melakukan provokasi dan merendahkan ruang diskusi, maka secara etika dan moral, yang bersangkutan sebaiknya mundur,” tegas Teiser pada Senin (30/3/2026).
Langkah ini diambil demi menjaga marwah organisasi GAMKI di Halmahera Utara agar tetap menjadi wadah kaderisasi yang kritis dan bertanggung jawab.
Di sisi lain, Teiser juga mengimbau kepada seluruh kader untuk tetap menjaga solidaritas, tidak mudah terprovokasi, dan mengedepankan mekanisme organisasi dalam menyelesaikan persoalan ini.

Tinggalkan Balasan