TPost – Aparat gabungan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ratusan satwa endemik asal Papua yang diangkut menggunakan KM Sinabung rute Sorong–Bacan–Ternate, pada Rabu (11/2/2026).

Penemuan satwa-satwa dilindungi ini berawal dari deteksi petugas saat kapal sedang singgah di Bacan, Halmahera Selatan, sebelum akhirnya diamankan setibanya di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate.

Berdasarkan berita acara penyerahan satwa, petugas menemukan sebanyak 113 ekor satwa yang disembunyikan di kamar Kelas IA nomor 6028 dan 6055.

Satwa yang diamankan terdiri dari 15 ekor kangguru Papua, 6 ekor kuskus albino, 10 ekor ular, dan 82 ekor kadal.

Kangguru Papua yang digagalkan penyelundupannya oleh petugas gabungan saat kapal KM Sinabung tiba di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate.(Foto: Istimewa)

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Ternate BKSDA Maluku, Usman, menjelaskan bahwa keberhasilan pengungkapan ini merupakan hasil koordinasi lintas instansi setelah menerima laporan awal dari petugas keamanan PT Pelni di Bacan.

Satwa-satwa tersebut diduga kuat dibawa oleh dua orang penumpang berinisial JS dan EN yang kini identitasnya telah diamankan oleh pihak berwenang.

“Informasi awal kami terima dari petugas keamanan Pelni di Bacan. Selanjutnya koordinasi dilakukan dengan Karantina Maluku Utara dan dilaporkan ke Polairud,” ujar Usman.

Kasubdit Gakkum Polairud Polda Maluku Utara, Kompol Riki Arinanda, menambahkan bahwa satwa-satwa tersebut berasal dari wilayah Manokwari, Papua Selatan.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, ratusan satwa endemik ini diduga akan diselundupkan menuju Surabaya.

Saat ini, kedua orang yang diduga membawa satwa tersebut masih berstatus sebagai saksi dan sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Polairud Polda Maluku Utara.

Sementara itu, demi menjaga keselamatan dan kesehatan satwa, seluruh barang bukti telah dititipkan di BKSDA Maluku untuk menjalani perawatan dan klasifikasi karena membutuhkan penanganan khusus.

Operasi pengamanan ini melibatkan kerja sama solid antara Polairud Polda Maluku Utara, TNI AL, pihak karantina, dan PT Pelni.

Pasintel Lanal Ternate, Mayor Laut (S) Agustinus Yordan, menegaskan bahwa TNI AL akan terus bersiaga dalam satuan tugas pengamanan untuk menindak tegas setiap pelanggaran hukum di wilayah pelabuhan dan kapal Pelni.

TernatePost.id
Editor