TPost – Menyusul adanya konflik antar kampung (tarkam) warga Desa Banemo dan Desa Sibenpopo di Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, pada Jumat (03/04/2026), Ketua DPD Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Maluku Utara, Arjun, mengeluarkan pernyataan tegas.
Ia mendesak Polres Halmahera Tengah dan Kodim 1512 Weda untuk segera memperkuat Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) guna mencegah dampak sosial yang lebih besar.
Arjun mengingatkan bahwa setiap potensi konflik horizontal harus ditangani secara cepat, tepat, dan terukur agar tidak meluas.
Ia menekankan bahwa situasi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut dan memerlukan kehadiran negara melalui aparat TNI-Polri untuk menjaga stabilitas wilayah.
Menitikberatkan Dialog dan Mediasi
Menurut GMNI, pendekatan keamanan tidak akan cukup jika hanya mengandalkan pengamanan fisik. Arjun menyarankan agar aparat keamanan juga melakukan langkah preventif dan persuasif melalui dialog serta mediasi yang melibatkan tokoh masyarakat, tokoh adat, dan pemerintah desa setempat.
“Perlu ada ruang komunikasi yang dibangun secara intens. Tokoh adat dan tokoh agama harus dilibatkan untuk menenangkan situasi dan mencegah terjadinya eskalasi konflik,” tegas Arjun.
Di tengah situasi yang memanas, GMNI Maluku Utara mengimbau masyarakat di kedua desa agar tetap tenang, menahan diri, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar, terutama yang beredar di media sosial.
Arjun mengingatkan bahwa menjaga kedamaian adalah tanggung jawab bersama dan jangan sampai emosi sesaat mengubah konflik kecil menjadi persoalan besar.
Selain peran aparat, GMNI juga meminta Pemerintah Daerah Halmahera Tengah untuk aktif mengambil peran dalam penyelesaian konflik melalui langkah-langkah rekonsiliasi yang berkelanjutan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi lengkap maupun jumlah korban.
Namun, situasi diharapkan dapat segera kondusif seiring dengan langkah cepat yang diambil oleh aparat keamanan di lapangan.


Tinggalkan Balasan