TPost — Sultan Tidore, H. Husain Alting Sjah, melakukan ziarah sakral ke makam leluhurnya, Sultan Zainal Abidin Syah, di Desa Bicoli, Halmahera Timur, pada Rabu (21/01/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai penutup rangkaian agenda sakral setelah Sultan meresmikan pengukuhan perangkat adat Sangaji Bicoli.
Suasana khidmat menyelimuti prosesi tersebut saat Sultan bersama rombongan berjalan kaki sejauh 200 meter menuju kompleks pemakaman.
Perjalanan ini diiringi oleh arakan Cokaiba, sebuah tradisi khas yang memikat antusiasme masyarakat setempat yang turut menyaksikan prosesi adat tersebut.
Dalam ziarah ini, Sultan didampingi oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Jojau Kesultanan Tidore, H. Ishak Naser, dan Danbrigif TP 28/Baru Fola, Kolonel Inf. Rinto Wijaya, serta para perangkat Kesultanan Tidore lainnya seperti Jo Mayor dan para Gimalaha.
Setibanya di pusara, Sultan memimpin prosesi penyiraman air dan tabur daun wewangian sebagai simbol penghormatan, yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan zikir dan doa bersama.
Ziarah ini bukan sekadar ritual biasa, melainkan sebuah upaya untuk memperkuat memori kolektif terhadap sejarah besar Kesultanan Tidore.
Sultan menjelaskan bahwa Sultan Zainal Abidin Syah adalah sosok penting yang merupakan adik kandung dari pahlawan nasional, Sultan Nuku.
Keberadaan makam beliau di Bicoli menjadi bukti autentik mengenai luasnya pengaruh serta sejarah perjuangan Kesultanan Tidore di masa lampau.
“Mengenal sejarah adalah cara kita menghargai jati diri. Sultan Zainal Abidin Syah adalah simbol perjuangan yang harus kita teladani semangatnya dalam menjaga kedaulatan dan martabat negeri,” tegas Sultan Husain Alting Sjah dalam sambutannya.
Kegiatan ziarah ini sekaligus menjadi puncak dari rangkaian Forum Adat Ke-II Kesangajian Bicoli.
Selain sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, agenda ini mempertegas komitmen Kesultanan Tidore dalam merawat situs-situs sejarah dan menjaga nilai-nilai spiritual di wilayah Maluku Utara.


Tinggalkan Balasan