TPost — Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Maluku Utara, Zulfikran Bailussy menyampaikan ucapan selamat kepada Erdian sebagai Ketua dan Ikram Salim sebagai Sekretaris Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) Maluku Utara periode 2025–2028.

Menurut Zulfikran, terpilihnya Erdian dan Ikram dalam Musyawarah Daerah ke-I SIEJ Maluku Utara, Sabtu (27/12/2025) malam, merupakan hasil yang wajar dan rasional.

Sebab kata dia, rekam jejak Erdian dan Ikram sebagai jurnalis, selama ini dikenal independen, kritis, dan konsisten mengawal isu-isu lingkungan, khususnya terhadap dampak industri ekstraktif di Maluku Utara.

“Saya mengenal keduanya bukan hari ini. Kami pernah berada dalam ruang yang sama saat kegiatan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan LBH Pers, termasuk bersama Erdian di Jakarta pada 2022. Dari situ terlihat jelas sikap mereka: tidak kompromistis terhadap kepentingan yang merusak lingkungan dan tidak tunduk pada tekanan kekuasaan,” tegas Zulfikran dalam siaran persnya.

Ia menilai keberadaan SIEJ di tingkat daerah bukan sekadar organisasi profesi, tetapi instrumen penting dalam menjaga fungsi kontrol sosial media, terutama di wilayah yang intensitas tambangnya tinggi dan rawan konflik kepentingan antara korporasi, kekuasaan, dan masyarakat adat.

Namun demikian, Zulfikran juga mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidak ringan. Independensi pers, menurutnya, tidak boleh berhenti pada narasi, tetapi harus diwujudkan dalam liputan berbasis data, keberanian membuka fakta, dan keberpihakan pada kepentingan publik, bukan pada modal atau relasi politik.

“LBH Ansor Maluku Utara akan tetap berdiri sebagai mitra kritis. Kami siap bekerja sama dalam advokasi, tetapi juga tidak segan mengingatkan jika pers mulai abai terhadap suara korban atau terlalu lunak terhadap kejahatan lingkungan,” ujarnya.

Ia pun berharap kepemimpinan Erdian dan Ikram dapat memperkuat peran jurnalisme lingkungan yang profesional, berintegritas, dan berani, demi masa depan Maluku Utara yang adil secara ekologis dan sosial.

Pengacara Abdulah Ismail.(Foto: Istimewa)

Terpisah, praktisi hukum Maluku Utara, Abdulah Ismail menyampaikan selamat atas terpilihnya Erdian dan Ikram yang memimpin SIEJ Maluku Utara masa periode 2025-2028.

“Ini merupakan langkah maju dari suatu ide dan pemikiran yang kritis dari jurnalistik yang tetap mengedepankan independensinya guna mengawal setiap persoalan lingkungan di wilayah Maluku Utara,” ucap Abdulah.

Menurutnya, dampak kerusakan lingkungan akibat kehadiran tambang di Maluku utara kian terasa. Pengelolaan hutan yang tidak mempertimbangkan aspek lain juga menjadi masalah bagi keberlangsungan kehidupan generasi kedepan yang berada di wilayah lingkar tambang.

“Hal ini menjadi tanggung jawab kita bersama, saya berharap kedepannya SIEJ Malut dapat menggandeng WALHI dan stakeholder pada pemerintah daerah setempat pada daerah lingkar tambang agar berkolaborasi dan bergandengan tangan demi menjaga lingkungan yang kian marak di eksploitasi oleh korporasi tanpa memikirkan dampak lingkungan yang kian menggerogoti keberlangsungan hidup dan kemanan warga yang berada pada daerah lingkar tambang,” harapnya.

Ia pun mendorong agar kedepannya SIEJ Maluku Utara tetap menjadi corong informasi publik yang ikut mengawal pengelolaan lingkungan, khususnya di daerah lingkar tambang demi menjaga kelestarian lingkungan.

“Tetap independen dalam mengangkat isu-isu terkait lingkungan demi masa depan anak cucu kita dapat terhindar dari bencana yang saat ini melanda di beberapa daerah di tanah air,” cetusnya.

TernatePost.id
Editor