TPost – Tren industri nikel global kini tidak lagi hanya mengejar volume produksi, melainkan mulai beralih secara signifikan ke aspek asal-usul dan keberlanjutan mineral.
Menanggapi perubahan tren tersebut, Harita Nickel mencatatkan sejarah sebagai perusahaan pertama di Indonesia dalam sektor industri nikel yang menjalani audit Responsible Minerals Assurance Process Plus (RMAP+) pada Juni 2026.
Audit RMAP+ ini merupakan langkah lanjutan dari sertifikasi RMAP yang sebelumnya telah dilalui oleh perusahaan.
Menurut Eryawan Taruna, Manager Sustainability Harita Nickel, audit ini bertujuan untuk membuktikan bahwa sistem yang diterapkan perusahaan mampu memastikan rantai pasok memenuhi standar ESG (Environmental, Social, and Governance) yang lebih tinggi serta menjamin bahwa mineral yang digunakan tidak berasal dari wilayah konflik (CAHRA).
Melalui unit usahanya, yaitu PT Halmahera Persada Lygend (HPL) dan PT Obi Nickel Cobalt (ONC), Harita Nickel telah menyelesaikan audit untuk komoditas nikel dan kobalt.
Langkah ini merupakan bagian dari penguatan sistem pelacakan (traceability) dan upaya memastikan bahwa seluruh praktik pertambangan serta pemrosesan dilakukan secara transparan dan bertanggung jawab.
“Pasar dunia tidak lagi hanya bertanya apakah bijih nikel berasal dari daerah konflik atau tidak, tetapi juga bagaimana rantai pasoknya secara keseluruhan memiliki standar ESG yang baik,” ungkap Eryawan sebagaimana dilansir dari detik.com, Jumat (26/6/2026).
Ia menegaskan bahwa komitmen ini diambil demi memenuhi ekspektasi mitra bisnis serta regulator internasional.
Upaya proaktif Harita Nickel ini mendapat sambutan positif dari Almun Madi, akademisi Universitas Khairun sekaligus Wakil Ketua PERHAPI Maluku Utara.
Ia menilai bahwa industri modern saat ini memang sangat menekankan pada penggunaan data dan pengawasan rantai pasok yang ketat.
“Audit seperti RMAP+ tidak bisa dipandang sebagai akhir dari proses, tetapi sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan yang akan terus berkembang di industri nikel Maluku Utara,” pungkas Almun.
Dengan keberhasilan audit ini, Harita Nickel kini memposisikan diri sebagai pelopor dalam penerapan standar operasional yang lebih kuat dan terbuka di tanah air.




Tinggalkan Balasan