TPost – Benteng Oranje di Kota Ternate, Maluku Utara, tidak hanya berdiri sebagai saksi bisu kekuasaan bangsa asing di tanah para raja, tetapi juga menyimpan berbagai situs unik yang menjadi daya tarik sejarah bagi wisatawan maupun peneliti.
Salah satu yang paling menonjol adalah keberadaan sebuah makam kuno yang terletak di dalam sebuah bangunan segi empat di tengah kawasan benteng tersebut.
Makam ini menjadi istimewa karena bentuknya yang berbeda dari kuburan pada umumnya. Alih-alih memiliki nisan yang tegak, makam ini berbentuk datar dengan ukiran tulisan Belanda kuno serta gambar seekor kucing di atasnya.
Menanggapi keunikan situs tersebut, Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Ternate sekaligus Kepala Museum Rempah-rempah Kota Ternate, Rinto Taib, Minggu (15/2/2026), memberikan penjelasan mendalam berdasarkan catatan sejarah yang ada.
Menurutnya, makam tersebut merupakan tempat peristirahatan terakhir seorang perempuan bangsawan Belanda bernama Susanna de Cafft.
“Berdasarkan prasasti yang tertera, di sana tertulis ‘Hier Leyt Begraven De Eerbare Juffrouw Susanna De Cafft Huysvrowe Van Den Commandeur Anthony Van Doorst’. Artinya, di sini dimakamkan yang terhormat Juffrouw Susanna de Cafft Istri dari panglima perang Anthony van Doorst,” jelas Rinto merujuk pada teks sejarah tersebut.
Susanna diketahui meninggal dunia saat melahirkan pada tanggal 20 Januari Tahun 1667.
Rinto juga menyoroti berbagai simbol yang terpahat pada makam tersebut yang memiliki makna filosofis mendalam.
Terdapat lambang heraldik berbentuk berlian, daun zaitun, dan tali yang melambangkan keabadian serta keharuman nama yang dimakamkan.
Mengenai gambar kucing yang sering menarik perhatian pengunjung, Rinto menjelaskan bahwa hal itu memiliki makna simbolis.
“Gambar seekor kucing pada kuburan tersebut merupakan perlambang wanita atau kecantikan, bukan sekadar hewan peliharaan biasa,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Rinto menjelaskan bahwa sistem pemakaman ini menggunakan sistem Kalderi, di mana penutup makam dapat diangkat untuk digunakan kembali sebagai tempat pemakaman secara bersamaan di kemudian hari.
Lokasi makam ini pun dianggap sangat strategis dan unik karena berada di dalam sebuah gedung yang kini menjadi Museum Sejarah Ternate Alfred Russel Wallace.

“Bangunan tempat makam ini berada memiliki sejarah panjang yang berlapis. Diduga kuat, pada satu periode bangunan ini berfungsi sebagai gereja, namun di periode lain pernah beralih fungsi menjadi gudang rempah,” pungkas Rinto.
Keberadaan makam Susanna de Cafft di dalam Benteng Oranje ini terus dijaga sebagai bagian dari narasi sejarah besar Ternate, yang menghubungkan antara kehidupan personal para penguasa masa lalu dengan konteks perdagangan rempah dunia.


Tinggalkan Balasan