TPost – Menyambut bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 H, Bank Indonesia (BI) kembali memanjakan masyarakat dengan layanan penukaran uang Rupiah melalui program Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026.
Program ini secara resmi dimulai sejak 13 Februari 2026 untuk memastikan kebutuhan uang layak edar bagi masyarakat terpenuhi dengan baik.
Khusus untuk wilayah Provinsi Maluku Utara, BI memproyeksikan adanya kenaikan signifikan dalam kebutuhan uang tunai.
Kebutuhan uang selama periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026 diperkirakan mencapai Rp933 miliar, melonjak 25% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp746 miliar.
Secara total, kebutuhan uang Rupiah di Maluku Utara sepanjang tahun 2026 diprakirakan menyentuh angka Rp3,7 triliun.
Peningkatan ini dipicu oleh pertumbuhan ekonomi daerah serta tingginya mobilitas masyarakat selama musim mudik Lebaran.
Tersedia di 70 Titik, Penukaran Makin Mudah Lewat Aplikasi
Untuk memberikan kenyamanan dan keadilan bagi masyarakat, BI menyediakan 70 titik layanan penukaran di berbagai lokasi strategis di Maluku Utara, mulai dari kantor bank umum, kas keliling retail, hingga layanan tematik.
Beberapa lokasi yang menjadi fokus antara lain:
• Kota Ternate: Layanan ritel di delapan bank dan lokasi strategis seperti Lapangan Perikanan Bastiong serta Dhuafa Center (3–6 Maret 2026).
• Wilayah Lain: Penukaran juga hadir di Labuha, Tobelo, dan Weda.
• Jelajah Pulau: BI akan menyambangi masyarakat di Tidore dan Sofifi melalui kas keliling pada 9–12 Maret 2026.
Masyarakat diwajibkan melakukan pemesanan terlebih dahulu melalui Aplikasi PINTAR (https://pintar.bi.go.id) untuk mengurangi antrean fisik dan mencegah penyalahgunaan.
Pembukaan kuota tahap pertama telah dimulai pada 14 Februari, sementara tahap kedua akan dibuka pada 27 Februari 2026 pukul 10.00 WIT. Saat datang ke lokasi, jangan lupa membawa KTP dan bukti pemesanan.
Paket Penukaran Naik Jadi Rp5,3 Juta
Ada kabar baik bagi Anda yang ingin membagikan “uang baru” saat lebaran. Tahun ini, paket penukaran maksimal meningkat menjadi Rp5.300.000 per orang.
Paket tersebut terdiri dari pecahan Rp50.000 (50 lembar), Rp20.000 (50 lembar), Rp10.000 (100 lembar), Rp5.000 (100 lembar), Rp2.000 (100 lembar), dan Rp1.000 (100 lembar).
Selain menyiapkan uang tunai, BI terus mengimbau masyarakat untuk selalu Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah dengan menerapkan metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) untuk mengenali keaslian uang, serta merawat fisik uang dengan prinsip 5J (Jangan dilipat, dicoret, diremas, distapler, dan dibasahi).
BI juga mendorong masyarakat untuk semakin memanfaatkan transaksi digital seperti QRIS dan BI-FAST yang dinilai lebih aman dan efisien di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi.


Tinggalkan Balasan