TPost — Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi penunjang kesehatan siswa justru menuai protes keras di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Babullahtul Khairat Loto, Kelurahan Loto, Kecamatan Ternate Barat.
Dalam kurun waktu satu minggu, tercatat sudah tiga kali terjadi permasalahan serius terkait distribusi dan kualitas makanan yang diterima oleh para siswa di madrasah tersebut.
Kronologi permasalahan bermula pada Kamis, 22 Januari 2026, di mana pihak sekolah sama sekali tidak mendapatkan jatah makanan dengan alasan stok telah habis.
Kondisi ini berlanjut pada hari-hari berikutnya dengan kualitas pangan yang sangat memprihatinkan; para siswa diberikan buah pisang yang tidak layak makan pada hari Jumat, serta buah salak yang juga dalam kondisi busuk pada hari Sabtu yang bertepatan dengan Hari Pendidikan Internasional.

Junaidi Abas, salah satu guru di MIS Babullahtul Khairat Loto, secara terbuka menyampaikan kekecewaan dan kekhawatirannya terhadap kinerja pihak penyelenggara layanan MBG di wilayah Ternate Barat.
Ia mempertanyakan apakah status sekolah yang merupakan lembaga non-negeri (swasta) menjadi penyebab munculnya perlakuan yang dianggap tidak adil dan tidak profesional tersebut.
“Kami selaku tenaga pendidik sangat menyesali dan khawatir atas apa yang telah dilakukan pihak MBG layanan Ternate Barat, semoga tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan kepada anak didik kami,” tegas Junaidi menanggapi risiko kesehatan yang mengancam para siswa akibat konsumsi buah yang tidak layak.
Sebagai langkah tegas, Junaidi mendesak agar permasalahan ini segera ditindaklanjuti secara detail untuk memastikan tidak ada lagi makanan tidak layak yang sampai ke tangan siswa.
Ia juga menuntut adanya sanksi bagi pihak dapur yang menangani MBG di wilayah tersebut, bahkan menyarankan untuk melakukan pergantian pengelola atau pemilik dapur jika kualitas layanan tidak segera diperbaiki.


Tinggalkan Balasan