TPost – Seorang nelayan bernama Resin (45 tahun) dilaporkan hilang kontak di perairan Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, setelah nekat melakukan perjalanan di tengah kondisi cuaca buruk.

Korban yang berasal dari Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, dilaporkan hilang saat dalam perjalanan menuju kampung halamannya.

Peristiwa ini bermula pada 20 Januari 2026 sekitar pukul 12.00 WIT.

Berdasarkan kronologi kejadian, Resin berpamitan kepada rekannya, Robert, yang saat itu sedang menjaga rumpon.

Korban berencana menuju Kecamatan Ibu menggunakan longboat untuk melanjutkan perjalanan mudik ke Bitung, Sulawesi Utara, melalui Pelabuhan Jailolo.

Meskipun rekan korban sudah sempat melarang keberangkatan tersebut karena kondisi cuaca sedang buruk, korban tetap bersikeras melanjutkan perjalanannya.

Kekhawatiran mulai muncul ketika istri korban menghubungi Robert untuk menanyakan keberadaan suaminya, namun tidak ada satu pun rekan korban yang mengetahui posisinya.

Setelah dilakukan penelusuran dan korban tetap tidak dapat dihubungi, Robert akhirnya melaporkan kejadian ini ke Kantor Basarnas Ternate pada 24 Januari 2026 untuk meminta bantuan pencarian.

Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah merespons laporan tersebut dengan memberangkatkan Tim SAR Gabungan pada pukul 07.05 WIT.

Tim bergerak menuju lokasi kejadian menggunakan Kapal KN SAR 237 Pandudewanata.

“Jarak dari pelabuhan Ahmad Yani Ternate menuju LKP (Last Known Position) adalah 36.64 NM. Tim akan melaksanakan pencarian di perairan sebelah Barat Kabupaten Halmahera Barat dengan luas area pencarian mencapai kurang lebih 114 Nm,” jelas Iwan.

Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Tim Rescue Basarnas Ternate, Polairud Polda Malut, Lanal Ternate, serta pihak keluarga korban.

Hingga saat ini, perkembangan lebih lanjut mengenai hasil pencarian masih terus dipantau.

TernatePost.id
Editor