TPost — Ketua Komisi II DPRD Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, Abdurrahman Arsyad, memberikan sorotan tajam terhadap kondisi Penerangan Jalan Umum (PJU) di beberapa lokasi yang dinilai sangat memprihatinkan.
Ia mengungkapkan bahwa minimnya penerangan, terutama di kawasan sekitar masjid hingga jalur arah timur, sangat berisiko menimbulkan kecelakaan lalu lintas bagi pengguna jalan.
Dalam keterangannya pada Rabu (4/2/2026), Abdurahman menjelaskan bahwa terdapat dua jenis lampu jalan di lapangan, yakni PJU listrik PLN dan berbasis tenaga surya (solar cell).
Namun, PJU tenaga surya di beberapa titik strategis dilaporkan telah mengalami kerusakan total.
Sementara itu, untuk PJU yang tersambung jaringan PLN, ia menilai pemeliharaannya harus menjadi prioritas karena infrastruktur dasar seperti tiang dan kabel sudah tersedia.
“Tinggal penggantian armatur lampu. Fasilitas pendukung seperti mobil forklift juga tersedia,” ujarnya.
Persoalan gelapnya jalanan ini ternyata menjadi keluhan utama masyarakat yang sering disampaikan saat kunjungan kerja Komisi II ke kelurahan dan desa karena menyangkut keselamatan jiwa.
Menanggapi hal tersebut, Abdurahman meminta Dinas Perhubungan dan Dinas Pertanian untuk lebih proaktif dalam memantau kondisi lapangan serta menyusun usulan program yang sesuai dengan kebutuhan warga.
Lebih lanjut, ia mengingatkan pemerintah daerah untuk lebih kreatif dan tegas dalam memanfaatkan program-program yang sebenarnya sudah tersedia di tingkat kementerian.
Dia menekankan pentingnya percepatan usulan program sejak awal tahun agar pembangunan nyata dapat segera dirasakan oleh masyarakat.
“Harus ada ketegasan, bukan hanya wacana,” tegas Abdurahman dalam upaya memastikan keamanan infrastruktur di Tidore Kepulauan.


Tinggalkan Balasan